Tugas 3 Ekonomi Koperasi: Pembangunan Koperasi Di Negara Berkembang
Nama : Dwi
Kori Melati
Kelas :
2EB09
NPM :
22218097
Pembangunan Koperasi Di Negara Berkembang
Koperasi di Negara berkembang memiliki
karakteristik yang berbeda dengan koperasi yang ada di negara-negara maju.
Perbedaan yang ada bukan hanya disebabkan oleh struktur sosial masyarakat yang
masih bersifat tradisional, namun juga sangat dipengaruhi oleh sistem sosial,
ekonomi, politik yang diterapkan. Di negara-negara maju koperasi telah mampu
menunjukkan dirinya sebagai lembaga yang otonom dan mandiri, selain itu peran
pemerintah untuk mendukung kegiatan perkoperasian di negara maju, seperti di Jepang
dirasakan sangat besar. Sedangkan kondisi di negara berkembang khusunya di Indonesia,
peran pemerintah terhadap kemajuan koperasi saat ini dirasakan sangat kurang.
A.
Kendala yang Dihadapi dalam Pengembangan
Koperasi
Kendala yang dihadapi masyarakat dalam
mengembangkan koperasi di negara berkembang adalah sebagai berikut :
1. Koperasi
hanya dianggap sebagai organisasi swadaya yang otonom partisipatif dan
demokratis dari rakyat kecil (kelas bawah) seperti petani, pengrajin, pedagang
dan pekerja/buruh.
2. Pendapat
yang berbeda dan diskusi-diskusi yang kontroversial mengenai keberhasilan dan
kegagalan serta dampak koperasi terhadap proses pembangunan ekonomi sosial di negara-negara
dunia ketiga (sedang berkembang) merupakan alasan yang mendesak untuk
mengadakan perbaikan tata cara evaluasi atas organisasi-organisasi swadaya
koperasi.
3. Kriteria
(tolak ukur) yang dipergunakan untuk mengevaluasi koperasi seperti perkembangan
anggota, hasil penjualan koperasi kepada anggota, pangsa pasar penjualan
koperasi, modal penyertaan para anggota, cadangan SHU, rabat dan sebagainya,
telah dan masih sering digunakan sebagai indikator mengenai efisiensi koperasi.
Adanya perbedaan pendapat masyarakat mengenai
koperasi dan cara mengatasi perbedaan tersebut dengan menciptakan 3 kondisi
yaitu : koqnisi, apeksi, psikomotor.
B.
Tiga Tahapan Konsepsi Mengenai Sponsor
Pemerintah dalam Perkembangan Koperasi Otonom
Konsepsi mengenai sponsor pemerintah dalam
perkembangan koperasi yang otonom ada tiga tahapan, yaitu:
1. Ofisialisasi
Mendukung perintisan pembentukan organisasi
koperasi. Tujuan utama selama tahap ini adalah merintis pembentukan koperasi
dari perusahaan koperasi, menurut ukuran, struktur dan kemampuan manajemennya,
cukup mampu melayani kepentingan para anggotanya secara efisien dengan
menawarkan barang dan jasa yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya dengan
harapan agar dalam jangka panjang mampu dipenuhi sendiri oleh organisasi
koperasi yang otonom.
2. De-Ofisialisasi
Melepaskan koperasi dari ketergantungannya
pada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara langsung dari
organisasi yang dikendalikan oleh Negara. Tujuan utama dari tahap ini adalah
mendukung perkembangan sendiri koperasi ketingkat kemandirian dan otonomi. Artinya,
bantuan, bimbingan dan pengawasan atau pengendalian langsung harus dikurangi.
3. Otonomisasi
Perkembangan koperasi sebagai organisasi
koperasi yang mandiri. Setelah berhasil mencapai tingkat swadaya dan otonom,
koperasi-koperasi yang sebelumnya disponsori oleh Negara dan mengembangkan
dirinya sebagai organisasi swadaya. Koperasi bekerja sama dan didukung oleh
lembaga-lembaga koperasi sekunder dan tersier.
Comments
Post a Comment